Email Forensic

Email Forensic 

Email adalah singkatan dari electronic mail atau surat elektronik. Surat elektronik dipertukarkan (dikirim dan diterima) menggunakan media elektronik yang terhubung melalui koneksi jaringan, dalam hal ini adalah internet. Awalnya email digunakan untuk bertukar pesan elektronik yang berbasis file teks, namun dengan perkembangan teknologi, email lebih atraktif terhadap penggunanya, tidak hanya dapat mengirim file teks, tapi juga dapat mengirim file audio, video, foto, dan ektensi file lainnya (Chhabra & Bajwa, 2015). 

Menurut penelitian Pasupatheeswaran pada 2008, email terdiri dari dua bagian, yaitu header dan body. Bagian header membawa informasi yang dibutuhkan untuk routing email, baris subjek, dan timestamps, sedangkan body terdiri dari pesan atau data yang hendak disampaikan pada penerima

 

Email Forensik

1. Banday (2011) dalam penelitiannya menyatakan bahwa: Email forensics mengacu pada studi tentang sumber dan isi email sebagai alat bukti untuk mengidentifikasi pengirim email yang sebenarnya dan penerima email, tanggal & waktu ketika email ditransmisikan, serta detail record tentang transaksi email.

2. Sedangkan menurut Karsono (2012), Email forensics adalah suatu tindakan pengamanan, pengecekan, serta penelusuran terhadap email palsu atau terhadap bukti-bukti kejahatan yang menggunakan email.

3. Pengertian email forensik juga disampaikan oleh Devendran (2015), Pemeriksaan dan pengungkapan informasi penting yang terdapat pada email merupakan aktivitas e-mail forensics.

 

Tahapan-tahapan dalam email forensics:

1. Mendapatkan surat izin penggeledahan (search warrant).

2. Mendapatkan bit-by-bit image dari informasi email.

3. Memeriksa header email.

4. Menganalisis header email.

5. Melacak dari mana email berasal.

6. Mengakuisisi arsip email (email archive).

7. Melakukan pemulihan (recovery) terhadap email yang telah dihapus (deleted email).


Jenis-jenis Investigasi Email Forensics

1. Header Analysis

2. Bait Tactic

3. Server Investigation

4. Network Investigation

5. Software Embedded Indentifiers.

6. Sender Mailer Fingerprints

 

Pendapat penulis :

 Menuurt penulis email forensic merupakan kegiatan untuk pengamanan email yang dimana email digunakan saat ini sebagai berbagai sumber informasi yang sangat lengkap seperti e-banking, akun sosial media dan akun e-commerce yang dapat menjadi target utama dalam pencurian informasi yang akan di salah gunakan yang mengakibatkan kerugian pada diri kita sendiri.


Universitas Bina Darma https://www.binadarma.ac.id/
Mata kuliah Forensik Komputer
Dosen Suryayusra, M.Kom http://blog.binadarma.ac.id/suryayusra
Werry Oki Sudi Wijaya

 

Komentar